FIQIH KANGE, Sumber Rujukan Problematika Fiqih | Toko Buku Pesantren FIQIH KANGE, Sumber Rujukan Problematika Fiqih - Toko Buku Pesantren

Toka Buku Islam, Kitab Kuning, Buku Pesantren, Kitab Makna Ala Pesantren



Wednesday, 21 September 2016

FIQIH KANGE, Sumber Rujukan Problematika Fiqih

Terbitnya buku "Fiqih Kange, Sumber rujukan problematika fiqih" adalah salah satu bentuk ikhtiyar dari pesantren, untuk lebih memudahkan masyarakat dalam memahami ilmu ini. Buku ini disusun dengan sistem tanya jawab disertai dengan dasar pengambilan dari kitab-kitab yang mu'tabar dan telah diolah dengan rapi dan sistematis.
....
~ HABIB NOVEL BIN MUHAMMAD ALAYDRUS~
Penulis dan Pimpinan Majelis Ar-Raudhah Surakarta

FIQIH KANGE,
Sumber Rujukan Problematika Fiqih (2jilid)
dimensi : Soft cover 16x24 cm
Jilid 1 tebal buku : xxxviii + 462 halaman ; 15,5x23,5 cm
Jilid 2 tebal buku : cxxiv + 458 halaman ; 15,5x23,5 cm

Harga Rp. 150.000,-

Buku Bahtsul Masail yang mengulas jelas berbagai permasalahan agama, seperti :

QURBAN ATAS NAMA INSTANSI
(Fiqih Kang'e, jilid 2 halaman 400-401)
....
Kesempatan berkurban di hari raya Idul Adha yang hanya setahun sekali ini tentu tidak boleh disia-siakan. Sehingga banyak yang berlomba-lomba untuk berkurban. Termasuk pula dari pihak instansi. Dan prakteknya, biasanya mereka menyerahkan hewan yang akan dikurbankan kepada Kiai atau panitia kurban. Namun sering sekali penyerahan tersebut diatas namakan instansi atau merupakan kumpulan kurban dari beberapa pihak, tanpa disertai keterangan jelas siapa yang berkuban dan dalam statis wajib atau Sunnah.
....
Pertanyaan : Bagaimanakah status hewan yang dibuat kurban oleh instansi baik atas nama instansi tersebut seperti bank, sekolah, yayasan dsb., atau sekedar penyerahan yang tidak jelas seperti dalam deskripsi?
....
Jawaban : Tidak sah sebagai qurban dan statusnya menjadi shodaqoh.
....
Referensi :
١ . نهاية المحتاج الجزء السادس ص : ١٨٠ طبعة دار الكتب العلمية
٢. حاشية الجمل الجزء الثامن ص : ٢٢٣ طبعة دار الكتب العلمية
....



*Solusi Ibadah Orang Sakit*
Pertanyaan : Apakah ada solusi bagi orang sakit parah yang bila digunakan bergerak dalam rangka shalat maka akan bertambah parah?

Jawaban : Ada, yaitu mengikuti pendapatnya imam Abu Hanifah yang berpendapat "boleh meninggalkan shalat apabila sudah tidak bisa dengan menggunakan isyarat kepala", dan imam Malik yang berpendapat "boleh shalat dengan dengan menggunakan isyarat kedipan mata atau isyarat dalam hati saat sakit parah".
Referensi :
بغية المسترشدين (ص : ٩٩، طبعة دار الكتب العلمية)
Bughyah Al-Mustarsyidin (Hal. 99, cet. Daar Al-Kutub Al-Ilmiyyah)

dan masih banyak lagi


No comments:

Post a Comment

Pecinta Buku Islam