Biografi 25 Pendiri Pesantren Tua di Jawa Madura, Napak Tilas Masyayikh | Toko Buku Pesantren Biografi 25 Pendiri Pesantren Tua di Jawa Madura, Napak Tilas Masyayikh - Toko Buku Pesantren

Toka Buku Islam, Kitab Kuning, Buku Pesantren, Kitab Makna Ala Pesantren



Thursday, 16 January 2014

Biografi 25 Pendiri Pesantren Tua di Jawa Madura, Napak Tilas Masyayikh


Harga : Rp. 40.000,-

Napak Tilas Masyayikh
Biografi 25 Pendiri Pesantren Tua di Jawa Madura
penulis : M Solahudin
penerbit : Nous Pustaka Utama
xiv + 381 halaman

"Buku ini mengajak kita menelusuri masa lalu untuk melihat bagaiman para kiai mendirikan Pesantren, bagaimana mereka membuka hutan, bagaimana mereka melawan mahluk halus yang mendiami lokasi yang akan  dijadikan pesantren, bagaimana mereka menghadapi orang-orang yang tidak suka dengan kehadiran Pesantren, bagaimana mereka membangun mushola kecil sebgai awal dari sebuah Pesantren, bagaimana ketelatenan dan kesabaran mereka mengaja santri dan seterusnya."

KH. Abdullah Kafabihi Mahrus
Rektor Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri,
salah satu Katib Syuriah PBNU (2010-2015)
dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Pondok Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam paling lama yang berkembang dan masih bertahan di Indonesia. Sejak zaman awal Islam masuk ke Indonesia, pondok pesantren menjadi muara lahirnya insan-insan yang menjadi garda depan dalam hal agama Islam. Mereka yang belajar di pesantren (santri) akan menjadi pendakwah atau berguna bagi masyarakat disekitarnya, jika telah lulus/ pulang ke daerah masing-masing, tentunya dibidang agama Islam secara khusus dan umumnya dalam tatanan sosial kemasyarakatan yang plural. Santri-santri terbukti mampu berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Pesantren selalu berperan aktif dalam segala lini kehidupan, simak saja sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia, banyak arek-arek santri yang tampil dalam memerangi penjajahan kolonial Belanda. Dan dapat dipertanggungjawabkan, Pesantren hingga saat ini tetap menjadi Benteng terakhir pertahanan NKRI dari gempuran budaya asing, entah yang dari Timur (Arabisasi) maupun dari Budaya Hedonis Barat.
Dan buku menyajikan sejarah bagaimana kiai-kiai zaman dahulu dalam mendirikan pondok pesantrennya yang merupakan cikal bakal pesantren-pesantren lain yang terus ada hingga sekarang dan insyaAllah ila yaumil Qiyamah. Islam Pesantren terbukti menjadi cagar budaya yang terus menjaga keutuhan NKRI.

berikut daftar isi biografi pendiri pesantren-pesantren yang tertulis dalam buku ini:

1. Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo (abad XVIII)
2. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan (1745)
3. Pondok Pesantren Jamsaren Surakata (1750)
4. Pondok Pesantren Buntet Cirebon (1758)
5. Pondok Pesantren Kademangan (abad XIX)
6. Pondok Pesantren Termas Pacitan (1830)
7. Pondok Pesantren Tambakberas (1838)
8. Pondok Pesantren Genggong Probolinggo (1839)
9. Pondok Pesantren Langitan Tuban (1852)
10. Pondok Pesantren Paculgowang Jombang (1880)
11. Pondok Pesantren Rejoso Jombang (1885)
12. Pondok Pesantren Guluk-guluk Sumenep (1887)
13. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (1899)
14.Pondok Pesantren Sarang Rembang (abad XIX)
15. Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo (awal Abad XX)
16. Pondok Pesantren Kempek Cirebon (1901)
17. Pondok Pesantren Mranggen Demak (1905)
18. Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya (1905)
19. Pondok Pesantren Lirboyo Kediri (1910)
20. Pondok Pesantren Krapyak yogyakarta (1910)
21. Pondok Pesantren Denayar Jombang (1917)
22. Pondok Pesantren Ploso Kediri (1924)
23. Pondok Pesantren Gontor Ponorogo (1926)
24. Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya (1932)
25. Pondok Pesantren Paiton Probolinggo (1950)

No comments:

Post a Comment

Pecinta Buku Islam