Tasawuf dan Revolusi Sosial | Toko Buku Pesantren Tasawuf dan Revolusi Sosial - Toko Buku Pesantren

Toka Buku Islam, Kitab Kuning, Buku Pesantren, Kitab Makna Ala Pesantren



Friday, 25 October 2013

Tasawuf dan Revolusi Sosial

Harga : Rp. 40.000,-

Judul    : Tasawuf dan Revolusi Sosial
Penulis    : M. Subkhan Anshori, Lc, M.Si.
Penerbit    : Pustaka Azhar
Cetak Pertama: September 2011
Tebal    : xii+255 hal.
Ukuran    : 14x21 cm

Pada hakikatnya, agama datang tidak untuk mendukung penindasan. Kemunculan agama-agama adalah untuk merevolusi kondisi sosial agar menjadi lebih baik. Tidak ada kehadiran seorang nabi pun selain pasti membawa semangat demikian. Maka wajar jika tidak ada seorang nabi pun yang tidak bermusuhan dengan status quo. Namun demikian, pada perkembangannya agama tidak selamanya memfungsikan peran revolusionernya itu. Setelah kematian para nabi, karena tuntutan kondisi sosial yang ada, sebagian penafsiran terhadap ajaran para nabi itu justru telah menjauhkan semangat revolusioner dalam agama yang telah ia bawa.

Ajaran Rasulullah Saw yang sangat revolusioner, membenci ketidakadilan dan ketimpangan, sangat memperhatikan perbaikan sosial, akhirnya mengalami ‘pemandulan’. Moralitas Islam yang awalnya progresif, ditujukan untuk menyongsong dunia dan menghadapi segala permasalahannya, akhirnya menjadi moralitas dekaden, moralitas budak, melarikan diri dari dunia, dan hanya memfokuskan diri pada akhirat. Pemaknaan terhadap moralitas Islam semisal sabar, berserah diri, ridha, tawakal dan sejenisnya, tidak lagi disenyawakan dengan perjuangan memerangi ketidakadilan dan keinginan merubah realita sosial sebagaimana Rasulullah Saw memaknainya.

Inilah pemahaman yang diwarisi umat Islam sekarang dari para sufi. Pemaknaan mereka terhadap moralitas Islam yang mereka kaji dalam pembahasan tentang ahwa (kondisi-kondisi jiwa) dan Maqamat (tangga-tangga spiritual), telah mengakibatkan umat Islam meninggalkan dunia. Hegemoni pemikiran mereka telah membuat Islam kehilangan dunia, dan membiarkannya dikuasai oleh para penindas. Mereka telah menyebabkan umat Islam sekarang lebih mensakralkan pembahasan akhirat ketimbang dunia. Keilmuan yang berkaitan dengan akhirat dianggap lebih penting ketimbang ilmu yang berkaitan dengan dunia. Perhatian terhadap keselamatan jiwa dianggap lebih penting ketimbang keselamatan jasmani dari penindasan. Padahal akhirat diciptakan oleh Allah adalah untuk kemaslahatan umat manusia di dunia, dan bukan untuk memperbudak mereka di muka bumi.

Maka buku di hadapan pembaca ini merupakan upaya penelusuran kembali pembentukan pemikiran tasawuf yang telah melahirkan  moralitas dekaden seperti itu. Melalui kajian historis seperti itu, diharapkan akan memunculkan suatu pemahaman baru, bahwa moralitas dekaden yang selama ini dianut oleh umat Islam merupakan moralitas yang tidak sepenuhnya berasal dari Rasulullah Saw, dan karena itu boleh dirubah. Terbentuk pada periode sejarah tertentu dengan segala persoalan yang dihadapinya, dan karena itu harus direvisi kembali jika sudah tidak sesuai dengan tuntutan masa sekarang. Karena itu, pemaknaan kembali nilai-nilai Islam tersebut agar sesuai dengan kondisi ketertindasan umat Islam sekarang, menjadi pembahasan inti dalam buku ini. Selamat membaca!

No comments:

Post a Comment

Pecinta Buku Islam