PEGON Rahasia Sukses Belajar Tulisan Pegon | Toko Buku Pesantren PEGON Rahasia Sukses Belajar Tulisan Pegon - Toko Buku Pesantren

Toka Buku Islam, Kitab Kuning, Buku Pesantren, Kitab Makna Ala Pesantren



Sunday, 13 October 2013

PEGON Rahasia Sukses Belajar Tulisan Pegon


Harga : Rp. 15.000,-

Rahasia Sukses Belajar Pegon
penyusun  : M. Ibrahim al Fathiyyah
cv Harapan Mandiri
ukuan : 114 hal;  12 X 20 cm

Pegon atau sering disebut Arab Pego atau Arab Jawi merupakan tulisan berabjad huruf Arab (huruf hijaiyah) yang berakulturasi budaya dengan bahasa daerah di Indonesia dan cara membacanya beda dengan bahasa Arab. Sekilas tulisan Pegon akan terlihat seperti tulisan bahasa Arab pada umumnya. Namun bila dicermati sangat beda. Dalam Pegon abjad-abajad huruf hijaiiyah dipakai guna melafadzkan bahasa daerah di Indonesia.
Huruf Pegon tidak hanya ada di Jawa dan Sunda, di daerah Riau/ kawasan Melayu tulisan Pegon ini disebut dengan Arab Melayu karena menggunakan Bahasa Melayu atau Indonesia.

Dalam Penulisannya, Pegon yang berupa huruf vokal diwakili dengan huruf-huruf yang dalam tulisan Arab berfungsi untuk memanjangkan bacaan huruf, yakni alif (ا), wawu (و) dan ya (ي). Sedangkan huruf konsonan ditulisan Arab Pegon diwakili oleh huruf-huruf hijaiyah yang mirip bunyinya, seperti "n" dengan huruf nun, “m” dengan mim dan lain-lain.

Misalnya kata makan dituliskan dengan huruf mim, alif, kaf, alif dan nun menjadi ماكان dan kata belajar dengan hurub ba, lam, alif, jim, alif, dan ro’ بلاجار .

Selain huruf yang sudah ada padanannya, untuk huruf yang tidak ada dalam abjad hijaiyyah seperti bunyi sengau “ng” atau dan huruf “c”, dipakai huruf tertentu dengan menambahkan titik tiga: Ng dengan ghoin (غ)titik tiga dan c dengan jim (ج) titik tiga.

Tulisan Arab Pego, terutama dalam bahasa Jawa, biasa digunakan untuk ngabsahi atau memberikan makna kata-perkata dalam kitab kuning. Biasanya makna ini ditulis di sela-sela baris. Lebih jauh mengenai hal  pemaknaan/ ngabasahi kitab dalam kepenulisan Pegon dikenal pula rumus untuk mengetahui tarkib/ susunan bahasa Arabnya. Disini ada berbagai macam tanda-tanda yang digunakan, misalnya : Mubatada' dengan tanda Mim kecil, Khobar dengan tanda Kho di atas, Fail dengan tanda Fa, Maf'ul lia ajlih dengan tanda 'ain, dan lain-lain.

Pegon adalah cagar budaya bangsa Indonesia

Pada masa lalu, Arab Melayu atau Jawi ini digunakan sebagai bahasa resmi dan bahasa pendidikan. Beberapa karya sastra seperti Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Raja-Raja Pasai ditulis dengan aksara Arab Melayu atau Jawi ini.

Demikian juga dengan karya-karya keagamaan seperti karya-karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari  di Banjarmasin atau karya-karya Kiai Shaleh Darat di Semarang, Jawa Tengah. Surat-surat raja Nusantara, stempel kerajaan,  dan mata uang pun ditulis dalam aksara Arab Melayu/Jawi ini.

Sejak tahun 1920an, Pemerintah kolonial secara pelan mulai menggantikan penggunaan aksara Arab Melayu atau Pego ini dan menggantikannya dengan aksara latin. Dalam beberapa decade, aksara Arab Melayu perlahan menghilang dari komunikasi tertulis secara resmi, baik di pemerintahan, pendidikan maupun media.

Kini Arab Pego ini hanya dipakai di kalangan terbatas pesantren, baik di Jawa maupun di belahan Nusantara lainnya.

dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment

Pecinta Buku Islam