Harokat (Memahami Bacaan al Quran dengan Bertajwid) | Toko Buku Pesantren Harokat (Memahami Bacaan al Quran dengan Bertajwid) - Toko Buku Pesantren

Toka Buku Islam, Kitab Kuning, Buku Pesantren, Kitab Makna Ala Pesantren



Tuesday, 17 September 2013

Harokat (Memahami Bacaan al Quran dengan Bertajwid)

Harga : Rp. 10.000,-

Judul:   Harokat
Memahami Bacaan al Quran dengan Bertajwid
xiv + 85 hlm. 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-18253-3-4

Disusun oleh                : Tim Parafrasa
Editor                           : Ustadz Agus Mubarok
Setting                          : Ahmad Fauzan
Pemelihara Kata            : Muhammad Khoirul Anam
Design Cover                : @desainiyah

Pengantar                     : K. Zahro Wardi

Diterbitkan oleh:
PARAFRASA
bekerjasama dengan
Mushola Nahdlatul Muttaqien
No. 60 3F Alay A Ka Kay, Huang Chong, Tai Ha Macau

Cetakan I
Juni 2013

Daftar isi

iv. Transliterasi
v. Daftar Isi
vi. Kata Pengantar
xi. Muqodimah
1. Iqlab
1. Izh-har
3. Ikhfa
5. Idghom
9. Mad
23. Ghunnah
25. AL
26. Huruf Ro'
31. Saktah
33. Imalah
33. Tas-Hil
34. Isymam
34. Ayat Tilawah
36. Waqof, Qotho', dan Ibtida'
40. Tanda-tanda Waqof dalam al Quran
42. Sifat-sifat Huruf
47. Mahraj Huruf
50 - 79. Per Huruf dan contoh-contoh bacaan
80 - 82. Huruf Hijaiyyah
83. Kalamun
84. Doa Tah­­iyat
85. al Fatihah

Belajar Tajwid dengan Benar, Membaca dan Mengamalkan al Quran

Alhamdulillah, puji syukur terlimpah, semoga karunia dan Anugrah Allah SWT tetap bagi kita semua yang masih diberi umur panjang; guna dimanfaatkan untuk hal-hal baik dan kebaikan. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, yang telah membimbing kita semua pada jalan yang diridlai dan semoga kita semua mampu meng-ikuti jejak beliau. Amin..
Di tengah dekandensi moral yang kian tampak trans-paran dan menyedihkan, bangsa Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sudah barang tentu diharapkan memiliki formulasi penting bagi per-baikan akhlak dan terciptanya suatu generasi yang cerdas dan religius. Ironisnya, bangsa ini justru bermasalah besar berkaitan dengan akhlak. Sebut saja korupsi, perseling-kuhan, tawuran, lunturnya etika (unggah-ungguh: Jawa) terhadap orang tua, etika terhadap sesama makhluk hidup,  dan yang tak kalah miris adalah krisis figur yang dapat dijadikan panutan.
Sederet kasus tersebut sesungguhnya bermuara pada masalah akhlak. Kenapa akhlak? Sebab akhlak melarang keras segala daya guna manusia yang berkait-berdampak pada pengrusakan dan pemandulan alam semesta beserta seluruh isinya. Manakala hal ini dilanggar, maka tatanan berikut mata rantai kehidupan pada alam semesta ini dapat dipastikan semrawut. Inilah kondisi yang kita hadapi saat ini.
Sebab itulah, bagi umat manusia agar menyadari betapa pentingnya sebuah akhlak. Nabi Muhammad, betapa beliau yang sedemikian dimuliakan oleh Allah, diangkat menjadi Rasulullah, diberi wahyu agung berupa kitab suci Al Quran, semua itu tak lain adalah dalam misi menata akhlak. Baik akhlak kepada Sang Pencipta, sesama manusia, bahkan terhadap alam semesta.
Berbicara akhlak, sudah barang tentu kita akan merujuk pada Al Quran. Sebab, di dalamnya bermuatan petunjuk dan segala dinamika tentang bagaimana seharusnya hidup. Sayangnya, generasi kita saat ini cenderung malas untuk sekedar membaca Al Quran, apalagi mengaji dan memper-dalam makna yang terkandung dalam Al Quran. Bukan hanya itu, belakangan justru banyak ditemukan, generasi muda usia sekolah menengah yang membaca pun tidak sanggup, apalagi ditanya tentang tajwid? Sangat kontras ketika mereka ditanya tentang teknologi, handpone misal-nya, bahkan anak seusia sekolah dasar pun sanggup men-jelaskan secara detail.  
Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita lebih peka terhadap fenomena tersebut. Sesungguhnya, kita adalah generasi penerus yang harus disadarkan dari ‘hipnotis’ inovasi-inovasi teknologi memanjakan. Entah disadari atau tidak, perkembangan teknologi yang kian menarik dan memanjakan, berpengaruh besar pada minimnya minat generasi kita untuk mengaji. Bagi mereka, teknologi cende-rung lebih eksotis untuk dipelajari daripada al Quran  yang diasumsikan kuno.
  Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah progresif bersama demi menyelamatkan generasi penerus, sehingga harapan tentang terciptanya suatu kondisi masyarakat yang cerdas dan relegius kembali meranum dan mekar. Dan, keharumannya diharapkan dapat menghapus jejak luka sejarah tak berakhlak. Dalam kerangka inilah, setidaknya, kehadiran buku ini diharap dapat memberi sumbangsih  dalam membidani lahirnya generasi yang cerdas, relegius, serta membawa berkah bagi alam beserta isinya.
Semoga kita mau belajar tajwid dengan benar, membaca al Quran dan mengamalkan sesuai dengan kandungan ayat demi ayat yang telah diajarkan oleh para ulama-ulama.
­


Nama-nama Imam Qurro’ dan Rowinya:

1.      Imam Qori’ Negara Madinah
Imam Nafi’ :  2 Rowi penerusnya Imam Qolun dan Imam Warsy

2.      Imam Qori’ Negara Makkah
Imam Ibnu Katsir : 2 Rowi penerusnya Imam Bazziy dan Imam Qonbul

3.      Imam Qori’ Negara Bashroh
Imam Abu Amar : 2 Rowi Penerusnya Imam Ad Duriy dan Imam Asy Syusiy

4.      Imam Qori’ Negara Syam
Imam Ibnu ‘Amir : 2 Rowi Penerusnya Imam Hisyam dan Imam Ibnu Dzakwan

5.      Imam Qori’ Negara Kufah
Imam ‘Ashim : 2 Rowi penerusnya Imam Syu’bah dan Imam Hafsh

6.      Imam Qori’ Negara Kufah
Imam Hamzah : 2 Rowi penerusnya Imam Kholaf dan Imam Khollad

7.      Imam Qori’ Negara Kufah
Imam ‘Ali al Kasa-iy : 2 Rowi penerusnya Imam Abul Harits dan Imam Ad Duriy.


No comments:

Post a Comment

Pecinta Buku Islam